Kepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal menjelaskan, kronologi upaya pembunuhan ini bermula sejak 1 Oktober 2018. Saat itu, HK mendapat perintah seseorang untuk membeli senjata. Baca juga: Perusuh 22 Mei, dari By Design, Massa Bayaran, hingga Dalang KerusuhanSetelah itu, lanjut Iqbal, pada 13 Oktober HK menjalankan pemerintah dan membeli senjata. Baca juga: Operasi Rahasia di Balik Rusuh 22 MeiSelain empat pejabat negara, belakangan HK juga mendapat perintah untuk membunuh seorang pemimpin lembaga survei. "Terdapat perintah lain melalui tersangka AZ untuk bunuh satu pemimpin lembaga swasta.
Source: Kompas May 27, 2019 07:59 UTC