Warga asal Tangerang, Syahri bin Umar meninggal dunia pascaunjuk rasa yang penuh dengan semprotan gas air mata itu. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan gas air mata sejatinya tidak bisa menyebabkan orang meninggal. "Gs air mata itu tidak (menyebabkan hilang nyawa), hanya membuat mata perih saja," ujar Boy usai mendampingi Kapolri di Universitas Trisakti, Sabtu (12/11). Semua itu akan disinkronkan apakah salah satu penyebabnya adalah gas air mata atau bukan. Mengingat penggunaan gas air mata masuk dalam daftar yang dilarang oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Source: Republika November 12, 2016 08:42 UTC