JawaPos.com – Pergerakan pasar saham Indonesia masih dipengaruhi sentimen dampak pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, lonjakan kasus Covid-19 di Amerika Serikat dan Jerman yang diikuti lockdown membuat pasar kawatir. “Pelaku pasar merespons negatif kebijakan lockdown pada sektor bisnis di beberapa negara bagian di Amerika Serikat setelah terjadi lonjakan kasus infeksi Covid-19. Kami berpendapat lockdown parsial di negara bagian punya dampak lebih kecil ke ekonomi dibandingkan lockdown nasional yang dilakukan pada April Mei,” ujarnya dalam pesan singkatnya, Senin (29/6). Dampak Covid-19 membuat proyeksi ekonomi Indonesia menurun tetapi jauh lebih baik dari negara-negara lain di dunia,” jelasnya.
Source: Jawa Pos June 29, 2020 03:51 UTC