Hal ini terlihat dari potensi transaksi produk medis buatan perusahaan Indonesia yang mencapai US$ 5,7 juta atau lebih dari Rp 85 miliar. "Menilik dari potensi transaksi yang demikian besar dalam pameran ini serta kualitas produk Indonesia yang mampu bersaing, kami optimistis Indonesia dapat menembus pasar alat kesehatan AS," katanya dalam siaran pers, Ahad, 7 Agustus 2022. Ia menjelaskan, tak sedikit pengunjung pameran yang melirik alat kesehatan atau alkes buatan perusahaan Indonesia. Dalam pameran yang dihadiri 12 ribu pengunjung tersebut, kata Didi, Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Los Angeles berkolaborasi dengan Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (ASPAKI). Kolaborasi keduanya berfokus mempromosikan produk alat kesehatan seperti jarum suntik, stetoskop, tensimeter, masker sekali pakai, gaun bedah, seragam petugas medis, alat tes antigen Covid-19, serta alat pelindung diri (APD).
Source: Koran Tempo August 07, 2022 02:41 UTC