Sebab setiap kompromi berpotensi melahirkan politik transaksional,” kata Syamsudin Haris dalam diskusi bertajuk ‘Mencermati Kabinet Jokowi Jilid II’ di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (22/10). Haris menyayangkan langkah Prabowo tersebut, seharusnya Prabowo menolak tawaran dan Jokowi tidak mengajaknya. “Nasionalitas demokrasi, pemilu untuk mewujudkan gagasan demokrasi itu sendiri. Itu baru demokrasi sehat,” terang Haris. Bahkan, lanjut Haris, jika semua oposisi masuk kedalam koalisi Jokowi maka model negara bukan lagi demokrasi tapi menjadi model negara integralistik.
Source: Jawa Pos October 22, 2019 08:48 UTC