ReutersTEMPO.CO, Santiago – Presiden Cile, Sebastian Pinera, mengumumkan serangkaian tindakan untuk memperketat keamanan dan meningkatkan sanksi bagi pelaku vandalisme. Ini dilakukan setelah aksi penjarahan, dan tindak kerusuhan serta kekerasan menyebabkan sekitar 20 orang tewas selama demonstrasi anti-pemerintah dua pekan terakhir. Pinera mengatakan akan mengirim rancangan undang-undang soal ini ke Kongres untuk menaikkan sanksi bagi para penjarah dan pelaku tindak kekerasan selama protes. Sanksi akan dinaikkan bagi pelaku penjarahan yang mengenakan pakaian tudung atau topeng untuk menyamarkan identitasnya. “Itu hanya akan menambah masalah tindak kekerasan.” Aksi kerusuhan di Cile ini membuat rencana sejumlah konferensi tingkat tinggi internasional batal digelar.
Source: Koran Tempo November 08, 2019 11:46 UTC