Presiden Duterte Mohon Maaf kepada Yahudi - News Summed Up

Presiden Duterte Mohon Maaf kepada Yahudi


Nasihat ini sepertinya mengena pada Presiden Filipina Rodrigo Duterte yang akhirnya memohon maaf kepada Yahudi atas pernyataannya yang membandingkan dirinya dengan Adolf Hilter sehubungan dengan jutaan orang tewas dalam memerangi kejahatan narkoba di Filipina. "Meski saya sungguh tidak mengatakan sesuatu yang salah, lebih baik mereka tidak mengutak-atik memori ini, jadi saya memohon maaf kepada warga Yahudi," kata Presiden Duterte seperti dikutip Channel News Asia, 3 Oktober 2016. Baca: Alasan Agama, Penumpang United Airlines Diminta Ganti KursiSekalipun telah memohon maaf kepada Yahudi, Presiden Duterte menjelaskan, dia tidak melakukan kesalahan dengan kebijakannya membunuh jutaan orang yang terlibat dalam kejahatan narkoba. Pernyataan Presiden Duterte yang menyamakan perang melawan narkoba di negerinya dengan tragedi Holocaust yang menewaskan jutaan Yahudi di Eropa mendapat kecaman dari beberapa komunitas Yahudi yang berbasis di Amerika Serikat. Presiden Duterte, 71 tahun, menuai banyak kritik atas kebijakannya dalam memerangi narkoba sejak menjabat kursi presiden pada 30 Juni lalu.


Source: Koran Tempo October 03, 2016 00:38 UTC



Loading...
Loading...
  

Loading...

                           
/* -------------------------- overlay advertisemnt -------------------------- */