REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Prabowo Subianto menjelaskan alasan Indonesia dan negara-negara mayoritas berpenduduk Muslim lainnya bergabung dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP). Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menjelaskan awal keterlibatan Indonesia dalam pembentukan BoP bermula pada 23 September, saat dirinya menyampaikan pidato di Sidang Umum PBB. Beberapa jam kemudian, lanjutnya, Prabowo bersama tujuh pemimpin negara mayoritas Muslim dalam Group of Eight, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania, Turki, Pakistan, Qatar, dan Mesir, diundang Presiden AS Donald Trump dalam sebuah pertemuan. Dalam pertemuan tersebut, Trump disebut meminta negara-negara itu untuk mendukung 21-point plan, yakni proposal untuk menciptakan perdamaian berkelanjutan di Gaza. Akhirnya, kita berdelapan (pimpinan negara mayoritas Muslim) berdiskusi, kita dukung ini atau tidak?
Source: Republika March 20, 2026 10:55 UTC