Selain itu, Joya juga kerap memperbaiki alat audio yang rusak untuk dijual lagi. Menurut Asep, Joya dan istrinya Zubaidah hidup sebagai keluarga yang baik dan harmonis. Namun, Joya diduga membawa amplifier mushala Al-Hidayah Muara Bakti Babelan Bekasi yang menyebabkannya dikeroyok dan dibakar hingga tewas oleh warga. Kata istrinya, bahwa saat berangkat tidak membawa apa-apa, namun ada juga keterangan lain ternyata membawa," kata Asep menuturkan. Polisi pun mendalami asal mula dua amplifier itu untuk mencari adanya keterkaitan dengan peristiwa pengeroyokan dan pembakaran yang menewaskan Joya.
Source: Republika August 10, 2017 04:41 UTC