REPUBLIKA.CO.ID, LONDON — Sebagian besar produk kurma yang beredar di pasar Eropa diduga menggunakan identitas palsu guna menyembunyikan asal-usul darimana produk tersebut sebenarnya. Laporan Anadolu mengungkapkan adanya indikasi kuat bahwa kurma hasil permukiman ilegal Israel masuk ke pasar global melalui negara ketiga demi menghindari kampanye boikot yang kian meluas, terutama di dunia Muslim. Meski Mesir memimpin produksi global dengan 1,7 juta ton, Israel tetap menjadi pemain kunci untuk ekspor kurma bernilai tinggi, khususnya varian premium Medjool. Dilansir dari Middle East Monitor, adanya perbedaan signifikan antara angka produksi dan angka ekspor memicu pertanyaan terkait keterlacakan (traceability) rantai pasok. Boikot Kurma Israel - (blogspot)Loading...
Source: Republika February 20, 2026 15:11 UTC