REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Program upaya khusus sapi indukan wajib bunting (Upsus Siwab) yang dikembangkan Kementerian Pertanian (Kementan) diklaim sukses tingkatkan populasi sapi guna memenuhi kebutuhan daging nasional. Karena itu, Upsus Siwab kami permanenkan," kata Kariyasa dalam keterangan pers, Sabtu (15/6). Selain Upsus Siwab, kata dia, upaya peningkatan populasi juga dilakukan melalui pengendalian pemotongan sapi betina produktif. Sedangkan pada tahun 2013 sendiri populasi sapi dan kerbau hanya 14,24 juta ekor. "Demikian juga pada tahun 2018 peningkatan populasi sapi dan kerbau meningkat sekitar 1 juta ekor, yaitu menjadi 17,91 juta ekor," kata dia.
Source: Republika June 15, 2019 03:22 UTC