Selain, memasarkan diri secara online, para ABG tersebut memanfaatkan oknum yang bekerja di apartemen untuk menawarkan jasa kenikmatan sesaat itu. Para ABG berusia di bawah 17 tahun yang rata-rata masih duduk di bangku sekolah terlihat berseliweran di depan apartemen. Mereka bukanlah para pemilik unit apartemen itu. Kepada para tamu yang akan menyewa unit, baik harian maupun per jam, biasanya ditawarkan foto profil ABG yang bisa dieksekusi. Biasanya, para ABG tersebut datang dengan menggunakan ojek maupun diantar sesama rekannya.
Source: Jawa Pos January 20, 2017 07:21 UTC