Untuk pertama kali dalam 20 tahun, pada tahun 2017 ini publikasi ilmiah Indonesia berhasil mengungguli Thailand. Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir optimistis publikasi ilmiah internasional Indonesia pada akhir tahun nanti dapat melampaui Singapura. Publikasi Ilmiah Internasional Indonesia terindeks Scopus, salah satu pengindeks internasional bereputasi, per tanggal 2 Oktober 2017 pukul 08.46 WIB berada pada angka 12.098 publikasi. Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan capaian publikasi ilmiah internasional Indonesia pada bulan Agustus pada angka 9.501 publikasi. Peringkat publikasi ilmiah internasional terindeks Scopus untuk wilayah di ASEAN paling tinggi masih dipegang Malaysia dengan 20.304, disusul Singapura 14.616.
Source: Republika October 03, 2017 05:37 UTC