REPUBLIKA.CO.ID, JUBALAND -- Sedikitnya 21 orang telah tewas dan ribuan orang lainnya terdampak banjir dan topan di Somalia. "Sejauh ini, 21 orang dikonfirmasi tewas termasuk sembilan di Negara Bagian Hirshabelle, empat di Negara Bagian Jubaland dan delapan di Wilayah Banadir," kata OCHA. Menurut PBB, paruh pertama musim hujan Gu Somalia, yang berawal pada Maret, telah mencatat jumlah curah hujan yang tak pernah terjadi sebelumnya. "Satu pekan terakhir, aktivitas hujan di seluruh Somalia dan di dataran tinggi Ethiopia telah berkurang," kata Managemen Informasi Tanah dan Air Somalia (SWALIM) yang dikelola Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO). Namun, permukaan air sungai masih tinggi dan banjir terus terjadi di sepanjang Shabelle, sementara permukaan air berkurang di hilir Sungai Juba.
Source: Republika May 27, 2018 01:18 UTC