PYONGYANG, KOMPAS.com - Diplomasi menjadi kata yang tabu jika ditawarkan kepada Korea Utara (Korut) dalam upaya untuk mengakhiri pertikaiannya dengan Amerika Serikat (AS). Negara yang dipimpin Kim Jong Un itu mengumumkan, Pyongyang tidak tertarik dengan jalur diplomatik dalam meredam ketegangannya dengan Washington. Pyongyang baru bersedia berdialog dengan Washington jika Korut telah berhasil menyempurnakan misil yang mampu menjangkau pantai timur AS. "Sebelum kami berdiplomasi dengan pemerintahan Donald Trump, kami ingin memberikan pesan kuat bahwa Korut telah memiliki sistem pertahanan maupun serangan yang mampu menangkal agresi apapun," ujar pejabat tersebut. Pyongyang juga menuding, dalam setiap latihan menggunakan nuklirnya, AS diduga berusaha "melaksanakan sebuah operasi untuk menggulingkan pemimpin tertinggi kami".
Source: Kompas October 17, 2017 09:11 UTC