Raisa, Kursi Kosong, dan Rindu yang Abadi - News Summed Up

Raisa, Kursi Kosong, dan Rindu yang Abadi


Bagi Raisa, titik itu hadir setelah ia melewati perjalanan panjang dalam menerima kepergian sang ibu tercinta. Raisa tidak lagi melihat duka sebagai musuh yang harus diusir atau beban yang harus dilepaskan. Tapi ternyata, semakin mencoba menghindarinya, semakin saya sadar bahwa di dalam duka itu ada cinta yang sangat besar," ujar Raisa dalam keterangan tertulis yang diterima Republika pada Jumat (13/2/2025). Melalui narasi yang ia bangun, Raisa menegaskan bahwa kehilangan tidak pernah benar-benar menghapus cinta. Ada kursi yang tidak lagi ditempati, atau aroma masakan yang kini hanya tinggal bayangan.


Source: Republika February 14, 2026 17:06 UTC



Loading...
Loading...
  

Loading...

                           
/* -------------------------- overlay advertisemnt -------------------------- */