TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah raja di Malaysia bertemu untuk mempertimbangkan proposal penetapan status darurat yang diminta Perdana Meteri Malaysia, Muhyiddin Yassin. “Muhyiddin meminta raja menerapkan status darurat, yang termasuk bakal menghentikan kegiatan parlemen sementara waktu,” kata seorang sumber seperti dilansir Reuters pada Ahad, 25 Oktober 2020. Dia mendapat tantangan dari Anwar Ibrahim, yang mengatakan mendapat dukungan mayoritas anggota parlemen untuk membentuk pemerintahan. Sejumlah pihak mempertanyakan kemampuannya mendapatkan dukungan mayoritas parlemen untuk pengesahan anggaran 2021. “Status darurat bisa menimbulkan stabilitas sementara dalam jangka pendek (di Malaysia),” begitu pernyataan dari Affin Hwang Capital Asset Management.
Source: Koran Tempo October 25, 2020 08:15 UTC