Ramadan, Muslim Myanmar Dipersulit untuk BeribadahMinggu, 28 Mei 2017 | 21:12 WIBSebuah madrasah di Ranggoon, Myanmar ditutup. Twitter.comTEMPO.CO, Yangon- Human Rights Watch atau HRW mengatakan warga muslim di Myanmar semakin dipersulit untuk mendapatkan tempat beribadah dan mempelajari agama mereka, khususnya selama Ramadan tahun ini. Peneliti HRW Divisi Asia, Richard Weir kemudian mengutip studi kasus yang dilakukan di kota Thaketa di Yangon, ibu kota Myanmar. Baca juga: Ramadan di Swiss, Dubes Djoko Maklumi Staf TelatSebelum ditutup, menurut warga Thaketa, madrasah diigunakan sebagai tempat ibadah selama Ramadan. Sejak pengetatan beribadah oleh pemerintah Myanmar, umat muslim di Thaketa menjalankan ibadah Ramadan di masjid-masjid lain yang sudah kelebihan kapasitas dan dengan menempuh perjalanan beberapa jam lamanya.
Source: Koran Tempo May 28, 2017 14:03 UTC