Di antara ulama sufi yang menggunakan analogi adalah Tuan Syekh Abdul Qadir al-Jailani (AQJ) dalam menjelaskan bulan Ramadhan. Sedangkan Ramadhan adalah bulan yang memberi pertolongan bagi orang-orang yang melaksanakannya, bagaikan tanah Haram/Suci (Mekah-Madinah) di mana Dajjal yang terlaknat tidak bisa masuk ke dalam tanah Haram/Suci dan setan dibelenggu pada saat bulan suci Ramadhan. Tuan Syekh AQJ menggambarkan bahwa Ramadhan adalah hati bagi bulan-bulan yang lain dalam satu tahun. Dalam pandangan sufisme bahwa hati adalah raja, akal adalah panglima, dan anggota tubuh yang lain adalah punggawa dan anggotanya. Hati diposisikan sebagai penentu lantaran sebagai raja setelah kordinasi dan mendapatkan laporan dari analisa panglima akal, menurunkan titah kepada akal sebagai panglima untuk menggerakkan anggota-anggota tubuh yang lain.
Source: Republika March 01, 2026 16:07 UTC