TEMPO.CO, Jakarta - Produsen kendaraan terbesar di Korea Selatan, Hyundai Motor Co mengatakan mengalami kerugian bersih pada periode Juli-September akibat masalah kualitas mesin dan penarikan kembali, recall, sehingga menghancurkan apa yang seharusnya menjadi pendapatan yang kuat. Hyundai, produsen mobil terbesar kelima dunia bila digabungkan dengan afiliasi Kia Motors Corp, melaporkan kerugian bersih mereka sebesar 336 miliar won. Rata-rata dari 12 perkiraan analis yang dipatuhi oleh Refinitiv adalah laba 1,2 triliun won. Dikutip dari Reuters, Selasa, 27 Oktober 2020, produsen mobil itu mengatakan setidaknya telah mengucurkan dana sebesar 2,1 triliun won untuk menutupi biaya yang berkaitan dengan kerusakan mesin (recall atau penarikan kembali) yang meningkatkan risiko macet dan kebakaran. "Kami dengan tulus meminta maaf kepada pemegang saham dan investor kami karena berulang kali mengalami masalah biaya kualitas selama tiga kuartal sejak 2018," kata seorang eksekutif dalam laporan singkat pendapatan.
Source: Koran Tempo October 27, 2020 10:52 UTC