Karena tengah menjalani studi di perguruan tinggi, Ricky memilih untuk menjalani Pelatnas di Bandung dan tidak bergabung dengan Pelatnas di Bali. Sayangnya, pada final malam harinya, Evato gagal mempertajam waktunya dan menorehkan waktu 32.93 detik. Ini mengulangi kesalahan tragis yang dialami Evato pada PON XIX/2016 lalu. Tampil cemerlang dan menorehkan rekornas di babak penyisihan (33.22 detik), Evato terpuruk di posisi lima pada final dan hanya menorehkan waktu 34,03 detik. Wakil Ketua Umum PB PRSI, Harlin E Rahardjo mengatakan bahwa saat ini tengah berusaha meningkatkan kemampuan fisik para atlet Pelatnas.
Source: Kompas March 18, 2017 17:26 UTC