Program tersebut menilai kemampuan membaca, matematika dan sains siswa berumur 15 tahun di 79 negara. Untuk skor matematika yakni 379, sedangkan skor rata-rata OECD 487. Untuk sains skor siswa Indonesia yakni 389, jauh di bawah skor rata-rata OECD yakni 489. Untuk bidang matematika, hanya 28 persen siswa Indonesia yang mencapai kemahiran tingkat dua, yang mana rata-rata OECD yakni 76 persen. Siswa Indonesia yang menguasai kemampuan matematika tingkat tinggi (tingkat lima ke atas) hanya satu persen, sedangkan rata-rata OECD sebanyak 11 persen.
Source: Koran Tempo December 04, 2019 17:03 UTC