Anggota Tim Global Zakat-ACT, Apiko Joko Mulyono, menjelaskan target penerima manfaat ialah mereka yang keadaan ekonominya masih dalam kondisi prasejahtera. Rumah memang menjadi kebutuhan utama setiap orang, namun masih banyak masyarakat Indonesia memiliki rumah dengan kondisi tak layak huni. Pemerintah pada 2015, mendata rumah tak layak huni yang berdiri saat itu mencapai 3,4 juta unit. Apiko menambahkan, untuk desain bangunan baru disediakan, dan ukurannya akan mengikuti luas tanah yang dimiliki penerima manfaat. Pada Kamis (25/4), tim Rumah Bahagia mengunjungi kediaman Jaenudin, lansia yang tinggal di Desa Jagabita, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor.
Source: Republika May 01, 2019 06:56 UTC