Padahal program rumah dengan uang muka (down payment/DP) Rp 0 menjadi program unggulan DKI. Fraksi PDI-P menilai program Rusunami DP Rp 0 tidak selaras dengan visi penyediaan hunian terjangkau untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), karena kualifikasinya lebih kepada masyarakat menengah ke atas dengan pendapatan per bulan Rp 7 juta. Adanya pemangkasan dana talangan uang muka rumah DP Rp0 sebesar Rp 1,5 triliun dari alokasi Rp 2 triliun dalam rancangan anggaran 2020, diharapkan mendorong pemerintah untuk menyediakan rusunawa untuk MBR. Terlebih lagi, rusunami DP Rp0 baru terbangun 780 unit, masih jauh dari realisasi yang diharapkan sebanyak 2000 unit pada tahun 2020 nanti. Pengamat perkotaan Nirwono Joga mengatakan, program rusunami DP Rp0 tidak realistis sejak awal bahkan riskan menjadi beban DKI.
Source: Suara Pembaruan December 04, 2019 23:26 UTC