REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk memastikan kondisi likuiditas perseroan masih aman di tengah pandemi Covid-19. Direktur Finance, Planning, & Treasury BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan alat Likuiditas perseroan yang terdiri dari kepemilikan Surat Berharga Negara (SBN) dan Giro Wajib Minimum (GWM) sangat besar. Pada SBN ada penempatan sekitar Rp 25 triliun, sedangkan untuk alat likuiditas Dana Pihak Ketiga (DPK) BTN lebih tinggi dari ketentuan yang berlaku. "Alat likuiditas BTN sangat besar jadi tidak ada isu kalau kita kalah kliring," tegasnya. Berdasarkan keterangan resmi OJK, Rabu (1/7) pada Mei 2020, tingkat permodalan dan likuiditas perbankan masih dalam kondisi yang aman.
Source: Republika July 03, 2020 06:45 UTC