Nilai tukar rupiah, yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin sore, 20 Agustus 2018, bergerak melemah 20 poin ke level Rp 14.592 dibanding sebelumnya Rp 14.572 per dolar Amerika. TEMPO/Tony HartawanTEMPO.CO, Jakarta - Mengawali perdagangan Juni, nilai tukar rupiah berpotensi melanjutkan penguatan di tengah banyaknya gejolak di pasar global. Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan bahwa kemungkinan pergerakan rupiah masih akan bergejolak, tetapi cenderung menguat. “Walaupun berpotensi dibuka melemah tetapi ada kemungkinan rupiah dapat ditutup menguat di kisaran Rp 14.520-Rp 14.480 per dolar AS,” tulis Ibrahim seperti dikutip dari keterangan resminya, Selasa, 2 Juni 2020. Ibrahim menjelaskan bahwa nilai tukar rupiah masih digerakkan oleh sentimen eskalasi ketegangan hubungan Amerika Serikat (AS) dan China.
Source: Koran Tempo June 02, 2020 00:45 UTC