TEMPO.CO, Jakarta - Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, memperkirakan pada dua hari ke depan, rupiah cenderung masih akan menguat. Penguatan nilai tukar rupiah ini seiring dengan kenaikan harga minyak akibat adanya kesepakatan Rusia dan Saudi Arabia untuk memotong produksi, demi menjaga stabilitas harga minyak dunia. Sementara itu, di jangka menengah, khususnya hingga akhir tahun ini, rupiah diperkirakan akan stabil di kisaran Rp 15.000 per dolar Amerika Serikat. Dia menuturkan, penguatan rupiah terhadap dollar AS pada akhir pekan lalu hingga awal pekan ini, cenderung dipicu oleh sentimen yang membaik, baik dari sisi global maupun domestik. Nilai tukar rupiah siang ini menyentuh posisi Rp 15.840 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Senin 13 April 2020.
Source: Koran Tempo April 13, 2020 06:56 UTC