REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Pemerintah Rusia menyatakan terjadi lonjakan signifikan permintaan terhadap produk energi Rusia di tengah perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Kondisi ini membuat banyak negara berebut pasokan energi setelah sekitar seperlima suplai minyak dan gas alam cair (LNG) global terancam terganggu. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Rusia tetap menjadi pemasok energi yang andal, baik melalui jaringan pipa maupun dalam bentuk gas alam cair. “Kami melihat peningkatan signifikan permintaan terhadap sumber energi Rusia terkait perang di Iran. Rusia telah dan tetap menjadi pemasok minyak dan gas yang dapat diandalkan, termasuk gas melalui pipa dan gas alam cair,” kata Peskov kepada wartawan, dilansir Aljazirah.
Source: Republika March 06, 2026 23:06 UTC