“Lalu yang lima lainnya, empat di antaranya kuat dugaan (juga) meninggal karena peluru tajam,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Mabes Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jakarta, Senin (17/6). Dari dua proyektil tersebut, kata Tito saat itu, diketahui satu proyektil dari peluru kaliber 5,56 milimeter (mm) dan satu proyektil dari peluru kaliber 9,00 mm. Terkait korban meninggal dunia, kedua otoritas tersebut sejalan dengan kesimpulan penyebabnya, yakni karena tembakan peluru tajam. Adapun empat lainnya, kata Ahmad, seperti pandangan Mabes Polri diduga kuat juga karena tembakan peluru tajam. Namun, kata Ahmad, untuk empat korban yang diduga kuat meninggal karena tembakan peluru tajam tersebut, sampai hari ini belum ada hasil autopsinya.
Source: Republika June 18, 2019 00:33 UTC