Minggu, 23 Agustus 2020 | 13:28 WIBOleh : Faisal Maliki Baskoro / Faisal Maliki BaskoroNew York, Beritasatu.com - Indeks S&P 500 sudah kembali ke level prapandemi, bahkan mengukir rekor baru pada penutupan Selasa lalu (18/8/2020), tetapi di balik semua itu, ternyata mayoritas saham masih berada di zona negatif. Menurut analisis CNBC, dalam periode dari 19 Februari 2020 (rekor penutupan yang lama) hingga 18 Agustus 2020, hanya 38 persen saham S&P 500 yang mencatat gain, sementara mayoritas atau 62 persen sisanya masih rugi alias negatif. Sekitar 126 perusahaan S&P 500 masih mengalami koreksi 25 persen atau lebih dibandingkan posisi mereka pada 19 Februari lalu, di antaranya Norwegian Cruise Lines turun 71 persen, Occidental Petroleum turun 67 persen, dan Carnival Corporation turun 67 persen. Misalnya, konsumsi, layanan kesehatan dan teknologi naik lebih dari 50 persen dalam periode 18 Februari dan 18 Agustus. Di sektor teknologi, PayPal dan Nvidia masing-masing naik 50 persen lebih, sementara Western Digital dan Xerox turun 50 persen lebih.
Source: Suara Pembaruan August 23, 2020 06:29 UTC