REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research anda Consulting (SMRC) Djayadi Hanan mengatakan, kampanye negatif sejatinya dibutuhkan oleh publik. Djayadi mengatakan, publik akan bosan jika masing-masing koalisi dan tim kampanye hanya menyuguhkan kampanye positif. Kampanye negatif secara langsung akan membuka mata publik untuk mengetahui kekurangan dari masing-masing kandidat. Kampanye negatif merupakan satu dari dua jenis kampanye lainnya yakni kampanye positif dan kampanye hitam. Namun memang, terkadang cara-cara kampanye negatif yang terjadi di Indonesia memang seringkali menyasar pada kampanye hitam.
Source: Republika October 15, 2018 08:26 UTC