Manusia menulis sastra, kata Taufik, tak hanya menyusun untaian kata tapi mengungkapkan pikiran. Membaca, membaca, membaca. Dia bercerita saat SMA wajib menamatkan 25 judul buku dan mengarang 108 tulisan selama tiga tahun. Sedangkan kebijakan Kementerian Pendidikan, siswa SD menamatkan tiga judul buku sastra, SMP 6 judul buku, dan SMA 15 judul buku belum tercapai. Dalam memperingati hari puisi, UMM juga menyelenggarakan lomba cipta puisi dan baca 1.000 puisi oleh para siswa SMA sederajat se-Jawa Timur.
Source: Koran Tempo April 29, 2017 11:37 UTC