Dalam satu dialog dengan seorang psikolog, Rikrik mendapati belum ada sekolah khusus anak gifted di Indonesia. Di luar negeri seperti di Singapura, bahkan di Malaysia, first lady-nya menjadi pembina sekolah anak-anak gifted,” kata Rikrik. Rikrik yang berprofesi pengacara di Assegaf Hamzah and Partners menguraikan, angka gifted di Indonesia cukup tinggi. ”Namanya anak gifted, ada kelebihan, tapi ada juga kurangnya. Alumnus Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) tersebut lantas mencontohkan, beberapa teroris ternama seperti Imam Samudra dan Hambali adalah contoh orang-orang gifted yang mengalami salah perlakuan di sekolah.
Source: Jawa Pos October 02, 2016 11:48 UTC