REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Sanksi terbaru Amerika Serikat (AS) yang menargetkan Dena Airways disebut-sebut untuk mempermalukan Presiden Iran Hassan Rouhani. Dena Airways melayani penerbangan untuk pemerintah Iran. "Pada November 2017, sebuah maskapai penerbangan yang disetujui AS sebelumnya, Meraj Air, mengalihkan operasi penerbangan VIP ke Dena Airways," kata pernyataan AS, dikutip Aljazirah, Ahad (27/5). Dia menyebut pesawat Dena Airways sebagai Air Force One milik Iran, yang melayani penerbangan presiden. Mnuchin menuduh fasilitator Iran dan Turki memberikan layanan kepada empat maskapai penerbangan Iran yang sudah ada dalam daftar sanksi AS.
Source: Republika May 27, 2018 02:48 UTC