Pantauan JawaPos.com, dalam tumpukan proposal yang dijadikan barang bukti kasus Saracen, tampak sebuah logo pendidikan Muhammadiyah di bahwa logo tersebut. Di atasnya, ada materi kenapa kelompok Saracen perlu dimanfaatkan oleh Muhammadiyah. Pada intinya, dalam proposal itu Saracen menawarkan berbagai paket jasa. Dikonfirmasi, Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM Busyro Moqoddas mengatakan, tidak pernah ada proposal dari Saracen yang masuk ke organisasinya. Buyro menegaskan, kelompok seperti Saracen tidak akan ketemu dan tidak akan diterima Muhammadiyah.
Source: Jawa Pos August 28, 2017 02:26 UTC