Ini juga karena secara kebetulan etape empat ini mengambil start di Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung, Banyuwangi, yang memiliki ribuan santri. Kostum sarung dan songkok hitam yang mereka kenakan tentu saja menjadi kostum unik dan baru bagi para peserta. Dalam ITdBI ini para pebalap berkompetisi empat etape sejak 27 September lalu dan berakhir hari Sabtu (30/9). Karena itu sejak awal setiap etape selalu diperkenalkan dengan berbagai atraksi dan budaya Banyuwangi kepada para peserta yang berasal dari 29 negara ini. Dan ini kami manfaatkan sebagai sarana promosi internasional bagi Indonesia, khususnya Banyuwangi," pungkas Anas.
Source: Jawa Pos September 30, 2017 12:11 UTC