Selain di media konvensional seperti cetak, televisi maupun radio, iklan rokok kian marak di media daring (online). Padahal, maraknya iklan rokok di media daring besar kontribusinya terhadap peningkatan jumlah perokok di kalangan anak dan remaja. Berbagai survei atau penelitian menunjukkan, paparan iklan rokok di media daring mendorong perilaku anak dan remaja untuk merokok. Peneliti dari Tobacco Control Support Center (TCSC)-IAKMI, Kiki Soewarso mengatakan, larangan total iklan rokok di media daring sudah saatnya dilakukan. Penempatan iklan rokok di media daring memang sengaja menyasar anak dan remaja sebagai perokok jangka panjang, menggantikan perokok usia tua.
Source: Suara Pembaruan May 02, 2019 08:26 UTC