Dalam isi email tersebut sudah dilampirkan format untuk pengisian data siswa yang akan diajukan untuk beasiswa. Pengirim email meminta sekolah mengirimkan data tersebut kepada email [email protected] Data yang dimasukan diantaranya nama siswa, nama orang tua siswa, pekerjaan orang tua dan nomor telepon orang tua atau wali siswa. Ketua Yayasan Fajrul Islam Ustad Asep Ilyas menambahkan, setelah semua data terkirim, pada 3 Maret 2017, tepatnya sektiar pukul 15.30, ada beberapa orang tua siswa yang meneleponnya. Mereka mengaku sudah menerima telepon dari orang yang mengaku dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan soal pemberian beasiswa sebesar Rp 4.700.000. “Setelah itu saya langsung menelepon dan SMS kepada semua orang tua siswa untuk berhati-hati pada modus penipuan ini,” terang Ustad Asep Ilyas.
Source: Jawa Pos March 04, 2017 05:00 UTC