Minggu, 28 Agustus 2016 | 04:14 WIBSastrawan Abdul Hadi WM sedang membahas puisi-puisi dalam buku "Pasie Karam" di Meulaboh, Aceh Barat, Sabtu malam, 27 Agustus 2016. Tempo/Mustafa IsmailTEMPO.CO, Meulaboh - Sastrawan Abdul Hadi WM tampil sebagai pembicara tunggal dalam bedah buku puisi “Pasie Karam” Temu Penyair Nusantara di Meulaboh, Aceh Barat, Sabtu malam, 27 Agustus 2016. Namun, karena begitu banyak puisi dalam buku itu, untuk mudahnya Abdul Hadi hanya membahas puisi-puisi penyair Aceh. Ia mencontohkan pantun teka-teki Melayu, berbunyi: “Pak Pung Pak Mustafa/Pak Dullah di rumahnya/Ada tepung ada kelapa/Ada gula di tengahnya.”Menurut Abdul Hadi, baris-baris di atas adalah puisi yang kurang bermakna. Selain bedah buku dan baca puisi, acara juga diwarnai peluncuran 18 judul buku puisi karya penyair peserta.
Source: Koran Tempo August 27, 2016 21:11 UTC