TEMPO.CO, Jakarta - Anda mungkin sering melakukan cek kolesterol lewat setetes darah yang diambil dari ujung jari. Berbeda dengan gula darah, pemeriksaan kolesterol untuk mengetahui ada tidaknya kelainan atau dislipidemia tidak dianjurkan melalui ujung jari. ADVERTISEMENT"Beda dengan gula darah untuk monitor memang sudah di-approved. Berdasarkan National Cholesterol Education Program Adult Panel III (NCEP-ATP III) seseorang dikatakan memiliki kadar lipid abnormal apabila terjadi peningkatan kolesterol total (≥240 mg/dl), peningkatan kadar kolesterol LDL (≥160 mg/dl), kadar kolesterol trigliserida (>200 mg/dl), atau rendahnya kadar kolesterol HDL (<40 mg/dl) setelah dilakukan profil lipid atau tes kolesterol yang meliputi kolesterol total, kolesterol LDL, kolesterol HDL dan trigliserida. Masyarakat sering melihat periksa kolesterolnya dari jari seperti periksa gula darah.
Source: Koran Tempo August 14, 2021 13:41 UTC