JawaPos.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan banjir di kawasan Jakarta sejak awal tahun 2020 adalah akibat kurangnya kapasitas saluran air (drainase) untuk menampung air hujan. “Itu sama seperti kita pegang gelas, gelasnya kapasitasnya 250 ml, dituang 100 ml itu tumpah, berarti yang pegang salah. Solusi (banjir) tak cukup hanya dengan pendekatan terkait sungai-sungai saja. Karena itu, Anies mengatakan pihaknya menyiapkan insentif pajak bagi warga Ibu Kota yang memiliki sumur resapan di rumahnya. “Kami akan siapkan dalam bentuk insentif pajak ke depan untuk warga membangun sumur resapan ini termasuk petunjuk-petunjuk teknisnya,” pungkas Anies.
Source: Jawa Pos March 03, 2020 01:13 UTC