TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg, meminta Presiden Belarus, Alexander Lukashenko, pada Kamis, 27 Agustus 2020 untuk menghomati hak asasi manusia. Stoltenberg mengatakan pemerintah Belarus tidak bisa menggunakan kekuatan pertahanan sekutunya untuk meredam protes terhadap pemerintah. Aksi massa telah memasuki pekan ketiga setelah pemilu 9 Agustus lalu menimbulkan protes massa soal kecurangan, yang menguntungkan Lukashenko. Lukashenko, yang telah berkuasa selama 26 tahun di Belarus, mengeklaim kemenangan 80 persen suara. Namun, rivalnya Svetlana Tikhanouskaya, yang berasal dari kelompok oposisi, juga mengeklaim kemenangan dan mendapat dukungan publik.
Source: Koran Tempo August 27, 2020 13:52 UTC