REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres turut mengomentari penangkapan dua jurnalis Reuters oleh otoritas Myanmar. Menurutnya, penangkapan tersebut menunjukkan terkikisnya kebebasan pers di negara tersebut. "Ini jelas merupakan keprihatinan sehubungan dengan erosikebebasan pers di negara ini (Myanmar)," ungkap Guterres dalam sebuah konferensi pers di Tokyo, Jepang, Kamis (14/12). Ia menilai penangkapan dua jurnalis Reuters oleh otoritas Myanmar menunjukkan adanya hal yang disembunyikan oleh negara tersebut, terutama terkait krisis Rohingya. "Mungkin alasan mengapa jurnalis ini ditangkap adalah karena mereka melaporkan apa yang telah mereka lihat sehubungan dengan tragedi kemanusiaan (Rohingya) yang masif ini," ujar Guterres.
Source: Republika December 14, 2017 11:48 UTC