Dr Kogan membeli data kicauan, username, foto, dan lokasi pengguna Twitter selama lima bulan, dari Desember 2014 hingga April 2015. Kogan, yang tersandung skandal penyalahgunaan data Facebook, menggunakan aplikasi kuis kepribadian yang terhubung ke media sosial dan memperoleh 87 data pengguna. Baca: Begini Cambridge Analytica Manfaatkan Data FacebookNamun Kogan membantah telah menyalahgunakan data dan melanggar kebijakan perusahaan yang memperoleh keuntungan US$ 333 juta dalam penjualan data pengguna pada 2017. Juru bicara Twitter menegaskan telah melarang GSR dan Cambridge Analytica mengakses data pengguna. Lebih lanjut, Twitter mengklaim, selama bermitra dengan GSR dan Cambridge Analytica, tidak ada data pribadi pengguna yang diakses.
Source: Koran Tempo April 30, 2018 10:19 UTC