REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Divisi Pengembangan Usaha Majelis Taklim Wirausaha (MTW), Syahru Ryantinov, mengingatkan sistem ekonomi Indonesia terkekang riba. Pasalnya, sejak jaman dulu Indonesia telah terjangkit utang yang tanpa terasa sudah menumpuk, serta terkekang bunga yang harus dibayarkan. Padahal, seharusnya umat Islam melakukan tugas secara pintar, tidak mengacak-acak dan menjadi pengembang ekonomi di Indonesia dan dunia. Selain itu, sistem berjamaah akan mendukung umat menjadi subyek dan bukan lagi obyek, lewat program kemitraan bukan waralaba atau francise, dan menjamaahkan pasar tradisional. "Saatnya umat selamatkan umat, karena permasalahan umat Islam harus diselesaikan umat Islam sendiri," kata Syahru.
Source: Republika March 18, 2017 09:22 UTC