REPUBLIKA.CO.ID, MANILA -- Penutupan Selat Hormuz pascaserangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran pada akhir Februari telah menimbulkan guncangan di seluruh dunia. Harga minyak melonjak dan pasar saham bergejolak karena dunia menunggu kapan Iran akan mengizinkan jalur air utama tersebut dibuka kembali. Sementara itu, serangan terhadap infrastruktur energi di wilayah tersebut semakin mendorong harga lebih tinggi. Hampir 90 persen minyak dan gas yang melewati selat tersebut menuju negara-negara Asia. FilipinaPada Selasa (24/3/2026), Filipina menyatakan keadaan darurat nasional terkait konflik tersebut dan “bahaya yang mengancam ketersediaan serta stabilitas pasokan energi negara”.
Source: Republika March 26, 2026 04:15 UTC