REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT -- Gelombang baru serangan bom menghantam Ghouta di Suriah timur pada Jumat (23/2), menjelang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa melakukan pemungutan suara untuk menuntut pemberlakuan gencatan senjata selama 30 hari di seluruh wilayah Suriah. Peningkatan serangan telah menewaskan setidaknya 417 orang dan melukai ratusan lainnya, kata Syrian Observatory for Human Rights. Pengeboman di Ghouta timur sejak Ahad malam menjadi serangan paling parah selama perang, yang saat ini telah memasuki tahun kedelapan. Pertahanan Sipil di Ghouta timur mengatakan para petugasnya bergegas membantu orang-orang yang terluka setelah serangan terjadi di kota Hammouriyeh pada Jumat pagi. Ghouta, yang merupakan kantong kota-kota satelit dan pertanian, berpenduduk hampir 400 ribu orang dan telah berada di bawah pengepungan pemerintah sejak 2013.
Source: Republika February 23, 2018 17:37 UTC