REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Presiden Prancis Francois Hollande akan melakukan pembicaraan dengan kabinet keamanan menyusul serangan Kamis (14/7) di Nice yang menewaskan 84 orang. Keadaan darurat dinyatakan di Prancis sejak serangan Paris yang dilakukan militan ISIS November lalu yang menewaskan 130 orang. Pada pertemuan dengan kepala keamanan, Hollande diperkirakan akan meninjau semua pilihan yang tersedia dalam menanggapi serangan tersebut. Ia memperingatkan akan terus melawan terorisme, seperti Prancis yang menghadapi musuh yang akan terus menyerang masyarakat dan negaranya. Meski banyak pejabat Prancis menggambarkannya sebagai serangan teroris, hingga Jumat malam belum diungkapkan adanya bukti langsung yang menghubungkan Bouhlel dengan ekstremis.
Source: Republika July 16, 2016 07:07 UTC