Industri rokok kretek mengalami penurunan hingga 50 persenREPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah perlu didorong menjaga industri padat karya. Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Rokok, Tembakau, Makanan dan Minuman (FSP RTMM SPSI) Sudarto mengatakan dalam kurun waktu semibilan tahun industri rokok kretek mengalami penurunan hingga 50 persen. Pekerja yang paling berdampak adalah sektor industri rokok kretek rumahan atau sigaret kretek tangan (SKT). Sementara ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati mengatakan dari beberapa jenis rokok, SKT memberikan value besar terhadap perekonomian Indonesia. Kedua, menyusun tarif cukai yang proposional, cukai SKT harus lebih rendah dari cukai SKM dan SPM golongan manapun.
Source: Republika July 25, 2018 10:07 UTC