Hal itu dilakukan karena dia adalah muslim yang taat. "Akhirnya, botol itu tetap di tempatnya, tapi pihak klub dan perusahaan itu meminta maaf kepada saya karena mereka paham bahwa saya adalah muslim. "Menjadi muslim sangat penting bagi saya, lebih penting dari apa pun, walaupun terkadang saat bepergian membuat saya kesulitan melakukan salat ketika saya harus melakukannya," ucapnya. "Pada saat Piala Eropa, saya sangat kesulitan, karena itu digelar di tengah Ramadan, sementara tak mungkin saya mengurangi makanan dan cairan yang saya konsumsi." "Agama saya sangat penting bagi saya dan karier saya.
Source: Koran Tempo October 05, 2016 09:16 UTC